Jumat, 18 Oktober 2013


Sejarah Tapaktuan dengan Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga


Tapaktuan sangat terkenal dengan sebuah Legenda Tuan Tapadan Putri Naga. Cerita tersebut sangat hidup didalam masyarakat disana yang sangat mudah untuk dapat kita dengar dari A sampai Z. Adapun Legenda tersebut dibarengi dengan ornamen ornamen yang memiliki bentuk dan rupa seperti yang tersebut di dalam cerita tersebut. Ada baiknya saya ceritakan sedikit tentang Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga itu.
” Alkisah, dizaman dahulu kala, ribuan tahun lalu, di Aceh Selatan hidup dua ekor naga yang sangat perkasa dan memiliki ilmu sakti mandraguna. Sepasang naga ini, memiliki anak yang bernama Putri Naga. Putri ini cantik jelita.  Putri nan rupawan ini, katanya didapat dari perebutan sepasang Naga (Jantan dan Betina) dengan orangtua sang putri.
Konon ceritanya, suatu ketika – tidak ada masyarakat yang mengetahui tahun pasti, sepasang naga tengah berjalan-jalan menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut. Titik hitam itu menarik perhatiannya. Lamat-lamat titik hitam itu mendekat ke arah sang naga. Gelombang laut yang membawanya mendekat. Si Naga Jantan dan Betina terus memperhatikan titik hitam itu. Ketika titik hitam itu semakin mendekat, Sang Naga terjun alang kepalang. Titik hitam itu adalah tiga sosok manusia, berada lam perahu kecil yang diombang-ambingkan gelombang laut Aceh Selatan. Ketiga manusia itu adalah sepasang suami-istri bersama bayinya. Bayi mungil ini berada dalam pangkuan ibunya. Mereka sengaja datang ke daerah itu bermaksud mencari rempah-rempah yang keberadaannya sudah cukup dikenal. Aceh Selatan sejak zaman Belanda menjajah daerah itu memang dikenal kaya akan hasil alam. Nilam, Cengkeh dan Pala merupakan tumbuhan yang dominan disana. Bahkan tumbuhan itu hingga kini menjadi komuditi unggulan daerah itu.
setelah melihat ketiga anak manusia itu, Sepasang Naga sakti yang bisa melakukan terhentak. Lalu, dia meniup perahu yang sudah sangat dekat itu. Sekali tiup saja, perahu kecil itu terombang-ambing dan tenggelam ditelan ombak deras. Kemudian Naga Betina, menjulurkan lidahnya menangkap putri kecil yang terhempas dari perahu itu.
Pasangan Naga ini sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Konon naga itu memang sudah lama mengidam-idamkan seorang putri. ”Setelah selamat dan menepi kedarat orangtua si Putri begitu sedih kehilangan buah hatinya dan tidak tahu ke mana putrinya menghilang. Mereka berpikir bahwa anak perempuan kesayangannya sudah hilang tenggelam dalam lautan dan badai atau hilang entah ke mana, Akhirnya sepasang naga membawa putri mungil hasil rampasan mereka ke sebuah pulau, pulau ini terletak di Batu Hitam, Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan.
Kedua Naga itu sangat menyanyangi putri pungut mereka. Bahkan, Naga betina selalu memeluk putri kecil dalam cengkeramnya agar tidak hilang. Sang Putri kecil, setelah sadar dari pingsannya, menangis sejadi-jadinya begitu melihat sosok Naga aneh dan menyeramkan. Si Putri kecil Ia takut. Diapun terus menangis sekuat-kuatnya. Naga betina pusing memikirkan tangisan putri itu. Terpaksa dia menggunakan kesaktiannya untuk menenangkan si Putri agar tak mengeluarkan air mata lagi.
Putri ini diberi nama 
Putri Bungsu. Mereka sangat mengasihi putri ini. Bahkan Naga Jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Semua buah-buahan dan minuman tersedia disana. Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka. ”Putri inilah yang kemudian disebut Putri Naga,”.
Waktu terus bergulir. Putri Bungsu merangkak remaja. Dia menetap bersama naga disebuah gua yang dalam. Suatu hari, sang Putri Bungsu secara tak sengaja mendengar obrolan sepasang Naga. Dari luar gua dia terus menyimak percakapan itu. Dia tersentak. Sadar, bahwa dirinya bukan keturunan naga. Dia memiliki orang tua yang juga berasal dari bangsa manusia. Niat untuk melarikan diripun muncul dalam benaknya. Putri Bungsu tidak gegabah. Dia bersabar untuk menemukan waktu yang tepat melarikan diri dari gunung itu. Dia takut akan kesaktian kedua naga tersebut.
Waktu yang dinantikanpun tiba. Dari atas gunung, Putri Bungsu melihat sebuah kapal berlayar dibawah kaki gunung itu. Gunung ini memang tepat berada di depan laut. Naga Jantan kala itu sedang tertidur dipinggir laut. Perlahan dia mengangkat kaki, sedikit menjinjing agar langkahnya tidak didengar Naga Jantan.
Perahu layar semakin dekat. Dia bimbang. Teringat akan kesaktian naga tersebut. Jarak Naga Jantan beristirahat dengan laut sangat dekat. Khawatir ketahuan, diapun mengurungkan niat untuk kabur dari gunung itu.
Siang-malam Putri nan cantik jelita itu mencari akal. Ide cemerlangpun muncul dikepalanya. Satu dia mengajak pasangan Naga berjalan-jalan menyusuri pantai di pulau itu. Naga kelelahan dan tertidur pulas. Putri Bungsu tak menyianyiakan kesempatan emas itu. Kakinya diseret ke atas sebuah bukit kecil yang dekat dengan laut. Agar dia bisa melihat perahu yang melintas. Jarang sekali perahu yang mahu mendekat ke pulau itu. Namun hari itu keberuntungan Putri Naga. Sebuah perahu kecil merapat. Dia melambaikan tangan. Awak perahu ada yang menyapanya.
Putri bungsu naik ke atas kapal dan ikut bersama awak kapal itu. Naga yang baru terbangun dari tidur, terkejut setengah mati. Putri kesanyangannya telah pergi. Dalam benaknya, Naga berujar, pasti perahu itu yang melarikan putriku. Dia mengejar perahu yang berjalan sangat pelan itu.
Lalu apa hubungan Putri Bungsu, Naga dan Tuan Tapa? sabar…. saya akan lanjutkan ya.. 

Sepasang Naga itu mengejar perahu tersebut. Sementara itu, di Gua Kalam, tidak jauh dari bukit itu, seorang manusia sedang bertapa. Dia tersentak dari pertapaanya. Seakan dia sadar akan ada bencana besar dibumi. Inilah Tuan Tapa. Dia keluar dari gua tersebut. Lalu menatap ke laut lepas. Terlihat sepasang Naga dengan kemarahan puncak sedang mengejar sebuah perahu nelayan. Tuan Tapa terkenal dengan tongkat saktinya.
Dihadangnya Naga yang sedang mengejar perahu. Perkelahian hebatpun tak dapat dihindarkan. Dari mulut kedua Naga menyemburkan api. Tuan Tapa menghela tongkatnya hingga mengeluarkan air deras dan memadamkan api Naga. Tak mau kalah, sang Naga jantan pun mengeluarkan ribuan anak panah berapi yang diarahkan ke Tuan Tapa. Tuan Tapa bisa menghindari serangan itu. Tak ketinggalan, Naga betina juga mengeluarkan pisau-pisau beracun yang juga berhasil dielakkan Tuan Tapa.
Karena terus-menerus mengeluarkan kekuatannya, kesaktian kedua Naga mulai berkurang. Kesempatan itu dimanfaatkan Tuan Tapa untuk menyerang lebih dahsyat. Dengan tongkat sakti miliknya, Tuan Tapa mengayunkan benda panjang itu ke arah dua Naga. Naga betina, mencoba menghindar dengan cara melarikan diri menjauhi Tuan Tapa. Saat lari kencang tak tahu arah itulah sang Naga betina menabrak sebuah pulau hingga terbelah pulau. Pulau terbelah ini kemudian oleh masyarakat Aceh Selatan disebut sebagai 
Pulau Dua, di Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan.
Sementara Tuan Tapa mengejar sang Naga jantan yang sudah terluka akibat serangan ‘tongkat sakti’. Tuan Tapa memukul tongkat saktinya bertubi-tubi ke tubuh Naga jantan hingga hancur berkeping-keping dan jatuh terjerembab ke tanah. Tubuh Naga jantan hancur berserakan dan darah berceceran yang menyebar memerahkan tanah, bebatuan dan lautan.
Saat ini bekas tempat ceceran darah Naga itu kini masih terlihat berupa tanah dan batu yang memerah. Kini disebut dengan
 Tanah Merah ( Batu Mirah ). Sedangkan hati sang Naga, yang pecah dan terlempar menjadi beberapa bagian akibat pukulan tongkat sakti Tuan Tapa, peninggalannya hingga sekarang masih terlihat berupa batu-batu berwarna hitam berbentuk hati. Daerah ini kemudian diberi nama Desa Batu Hitam, masih dikecamatan yang sama.
Sementara di tempat pertempuran Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Tongkat mirip baru itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa.
Bagaimana nasib sang Putri? Sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya. Putri Bungsu kemudian mendapat julukan sebagai ‘Putri Naga’.”
Dan Lagenda ini telah diperkuat dengan subuah bukti yang telah ditinggalkan oleh Si Tuan Tapa berupa Tongkat dan Topinya yang berapa di tengah laut Tapaktuan dan hanya bisa di lihat dari sebuah gunung yang bernama Gunung Lampu menjelang senja hari saja. Kemudian sebuah Tapak kaki dan makam Tuan Tapa yang ukurannya wowww,,,

Kamis, 17 Oktober 2013

Renungan Untuk Para Aktivis Mahasiswa

 "Dimana rumahmu Nak? Orang bilang anakku seorang aktivis .Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorangaktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilanganakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilangengkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu. Anakku,sejak mereka bilangengkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis.Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agarwaktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapiapakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ?Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan danmenghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalahwaktu yang sia-sia. Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang samasaat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibutak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmudirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkaukembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibuberharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu .Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengansegala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankanuntuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkauengkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahunak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkaubaik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibumemang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku.. Anakku, ibu mendengar engkausedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasiborganisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkaunampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibumulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ?Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilanacaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakahadik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ? Anakku,ibusungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktifketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskanwaktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kaubuat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapibukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalahamanahmu yang juga harus kau jaga nak? Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu.Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,adajadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membukalembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi danharapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwanama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersamaibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andaiengkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebihpenting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku.. Kalau bolehibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yangprofesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimanaprofesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalamskala prioritas yang kau buat ? Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibutak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu.. Setiappertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orangtercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik.Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalahpenyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan.Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai. Untuk mereka yang kasihsayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini .Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitasyang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya..."



Kamis, 21 Maret 2013


suatu malam rasanya dada ini mau meledak kala teringat sikap guru matematikaku, yang sejak aku masuk di kelas VII, terus-menerus memberikan perhatian yang aneh, kerap tidak masuk akal dan tanpa alasan yang jelas memojokkanku. Huh....rasanya sebel banget, mengapa selalu saja aku yang menjadi sasaran tembak? Memang ia tidak melakukan kekerasan fisik, tapi perilaku yang ditunjukkannya padaku telah menekan hidupku dan rasanya kekerasan psikologis seperti ini lebih berat untuk dihadapi. Akhirnya, orang tuaku mengetahui perubahan drastis yang terjadi dalam hidupku. Aku minta pada mereka berdoa kepada Tuhan agar mengubah guru ini menjadi orang yang baik hati. Jawaban papa mengejutkanku, "Kami tidak bisa berdoa begitu. Tetapi, kami akan berdoa agar kamu mampu mengasihi dia apa adanya." Kemudian mamaku menambahkan, "Tuhan memang mampu menghentikan badai yang sedang melanda kehidupan kita, namun kadang Ia juga membiarkan badai itu terjadi, dan sebagai gantinya, Ia memberikan ketenangan dan keberanian pada orang yang berharap kepada-Nya untuk mampu menghadapinya."
Dengan perasaan yang masih berkecamuk, aku mencoba merenungkan nasihat mereka, "Akh..rasanya tidak ada salahnya jika aku coba," pikirku. Kemudian aku pun berdoa seperti usulan mereka. Keesokan harinya ketika berangkat ke sekolah perasaanku lebih tenang dan melangkah dengan semakin percaya diri dibandingkan sebelumnya. Anehnya setelah menaikkan doa yang intinya mampu menerima guruku apa adanya, sikapku terhadapnya jadi berubah. Aku dapat melihat hal-hal positif yang selama ini terselubungi oleh pikiranku yang selalu memberontak jika berjumpa dengannya.
sesuatu yang tak terduga telah terjadi! Allah sang sumber kasih itu telah menolongku mengasihi orang yang semula nampaknya tidak mampu kukasihi. Kamu juga bisa.

Selasa, 12 Maret 2013

Terkadang hidup memang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan,,,
Terkadang kita jatuh dan hampir tidak sanggup untuk bangun,,,,
Terkadang kita terbuai dengan segala suasana,,,
terkadang kita bahagia sehingga kita lupa saat-saat menangis,,,,,,,,

Betapa indahnya hidup ini,,

Pada hakikatnya segala yg kita alami ada manfaatnya,
Terkadang kita saja yang tidak menyadarinya....

Tapi yakinlah, disetiap Tangis mu,
Ada tersimpan berjuta senyuman kelak.......




Sabtu, 23 Februari 2013

Bersyukurlah...




Hidup ini memang seperti roda yang berputar,
Adakalanya roda tersebut berputar kebawah,
Adakalanya rota itu berputar ketas,
Namun tak bisa dipungkiri juga,
Kalau roda tersebut,
Terkadang berjalan di atas kerikil yang sangat tajam,
Namun terkadang dia berjalan diatas jalan yang sangat mulus,
Itulah laksana kehidupan kita……
Namun ingatlah, kalau semua yang terjadi pasti akan ada hikmahnya…..

Maka dari itu,
Jika kita melihat masalah kehidupan dunia, maka lihatlah ke bawah,
Karena setiap kekurangan kita, pasti ada orang lain yang lebih menderita,
Tapi kalo melihat urusan akhirat,
Maka lihatlah keatas,
Setinggi-tinggi apapun yang kita miliki,
Pasti ada orang lain lagi yg lebih sempurna dari kita,

Semoga kita selalu menjadi hamba yang bersyukur……
                                                                                                                                Syamsul Arifin S.Pd.I
                                                                                       
                                                                                                                                        

Rabu, 13 Februari 2013

Istri Shalihah


Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).

Sabtu, 09 Februari 2013

Sejuta tanda tanya

Ingin kutuliskan sesuatu tentang mu....
namun sejenak ku berpikir...
mungkinkah hasrat yang ada dalam hati ini akan terwujud kelak,
mungkinkah Tuhan mengabulkan keinginan yang sudah terbelenggu di hati ini..
Namun, jawaban nya pasti: "Ia" atau "Tidak".....
Ku terus berpikir...,
Jika Jawabannya adalah "Ia", maka seakan-akan lengkaplah kebahagiaan ku,
namun jika jawabannya "Tidak....."
mungkinkah aku akan terus2an meratap,?
ataukah aku harus mempersiapkan mental, jiwa dan raga ku mulai dr sekarang...

mugkin semangat ku tidak sekuat semagat mu....
kau lah yang terus-terusan memberi ku semangat....
Namun apa boleh buat, inilah yang terbesit dlm hati ku.....
Apakah Tuhan tidak marah dengan sikap bodoh ku ini?

Sejuta tanda tanya (????/) selalu menghantui ku...
aku harus tetap tegar apapun yg akan menimpa ku.....

Jumat, 08 Februari 2013

gunakan kesempatan mu

Ah... ternyata tidak semua kebaikan itu dinilai baik oleh semua orang,
hidup dan kebahagiaan ini tak ubah nya bagai embun pagi,,,,
embun pagi yg sirna ktika pagi, 
begitulah laksana hidup,
akan hilang ketika ajal datan........

tetap semangat

Jangan sampai satu kegagalan menghancurkan ribuan bahkan tak terhingga kesuksesan nanti yg akan kalian raih...

Minggu, 03 Februari 2013

renungan hati

terkadang, mulut mengatakan tidak, namun hati berkata iya, disaat itulah raga mulai bergetar, tak tau apa yang harus ia lakukan. mgkinkan ia akan menyakiti 1 dari bagian tubuhnya :)

Jumat, 01 Februari 2013

pedoman transliterasi


Pedoman Transliterasi

Pedoman transliterasi (pengalihan huruf) dari huruf Arab ke huruf Latin yang digunakan adalah pedoman transliterasi IAIN Ar-Raniry, sebagai berikut:

1.      Konsonan Tunggal
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
ا
alif
-
tidak dilambangkan
ب
bā’
b
-
ت
tā’
t
-
ث
Tha
th
-
ج
jim
j
-
ح
Ḥa
Ha (dengan satu titik di bawah)
خ
Kha
kh
-
د
Dal
d
-
ذ
Dhai
dh
-
ر
Ra
r
-
ز
Zai
z
-
س
Sin
s
-
ش
Syin
sy
-
ص
Ṣad
Es (dengan satu titik di bawah)
ض
Ḍad
De (dengan satu titik di bawah)
ط
Ṭa
Ta (dengan satu titik di bawah)
ظ
Ẓa
Zet (dengan satu titik di bawah)
ع
ʿAin
ʿ
koma terbalik (di atas)
غ
Ghain
gh
-
ف
Fa
f
-
ق
Qaf
q
-
ك
Kaf
k
-
ل
Lam
l
-
م
Mim
m
-
ن
Nun
n
-
ه
Ha
h
-
و
Waw
w
-
ء
Hamzah
Apostrof
ي
Ya
y
-


2.      Vokal
Vokal dalam bahasa Arab seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan rangkap atau diftong.
a.       Vokal Tunggal
Vokal Tunggal dalam bahasa Arab lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
...َ...
fatḥah
a
a
...ِ...
kasrah
i
i
...ُ...
ḍammah
u
u

 كتب                  Kataba                        يذهب                  Yadhhabu
 سئل                  Su’ila                           قرظ                    Qaraẓa
b.      Vokal Rangkap (diftong)
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf , transliterasinya sebagaiberikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
.َ..ى
fatḥah dan ya
ay
a dan y
.َ..و
fatḥah dan waw
aw
a dan w



Contoh:
كيف                 Kaifa
هول                 Haula
3.      Māddah
Māddah atau vocal panjang yang berupa harakat atau huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda:
a.       fatḥah + huruf alif, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
رجال                      rijālun
b.      fatḥah + huruf alif layyinah, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
مو سى                    mūsā
c.       kasrah + huruf ya mati, ditulis = ī dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
 مجيب              mujībun
d.      ḍammah + huruf waw mati, ditulis = ū dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
  قلوبهم             qulūbuhun
4.      Tā Marbūṭah
Transliterasi untuk tā marbūṭah ada dua:
a.       Tā marbūṭah hidup
Tā marbūṭah yang hidup atau yang mendapatkan harakat faṭah dan ḍammah, transliterasinya adalah “ṭ.”
b.      Tā marbūṭah mati
Tā marbūṭah yang mati atau mendapatkan harakat sukun, transliterasinya adalah “ḥ.”
Contoh:
طلحة              Ṭalḥah
c.       Kalau pada kata terakhir dengan tā marbūṭah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang “al” serta bacaan kedua kata itu terpisah maka tā marbuṭah itu ditransliterasikan denga “h.”
5.      Tasydīd
Tasydīd yang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydīd tersebut dilambangkan dengan huruf yang diberi tanda tasydīd tersebut.
Contoh:
ربنا                  rabbanā
6.      Penulisan huruf Alif Lam
a.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf syamsiyah maka ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti huruf lam diganti dengan huruf yang mengikutinya, seperti:
الرسول                     Al-rasūl
النسا ء                         Al-nisā’
b.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf qamariyah, maka ditransliterasikan dengan ditulis al-, seperti:
الكريم                          al-karīm
الكبير                          al-kabīr
c.       Jika berada di awal kalimat ditulis dengan huruf kapital, seperti:
العزيز الحكيم              al- ‘Azīz al-ḥakīm
d.      Jika berada di tengah kalimat ditulis dengan huruf kecil, seperti:
يحب المحسنين            yuḥib al-muḥsinīna
7.      Hamzah
Sebagaimana dinyatakan di depan, hamzah ditransliterasikan dengan apostrof. Namun itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Bila terletak di awal kata, hamzah tidak dilambangkan, karena dalam bahasa Arab berupa alif.
Contoh:
شىء                 syai’un
أمرت               umirtu
8. Penulisan Kata atau kalimat
            Pada dasarnya setiap kata, baik fiʻil (kata kerja), isim atau huruf ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain, karena ada huruf Arab atau harakat yang dihilangkan. Dalam transliterasi ini penulisan kata tersebut dengan kata perkata.
Contoh:
وإن الله لهو خيرا لرازقين               Wa innallāha lahuwa khairu al-rāziqīn


9. Huruf Kapital
            Meskipun dalam system tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaan huruf kapital seperti yang berlaku dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), seperti huruf kapital yang digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bila nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap harus awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.
Contoh:
وما محمد الارسول                    wamā Muḥammadun illā Rasūl
10. Kata-kata yang berasal dari bahasa Arab yang sudah menjadi bahasa Indonesia maka kata tersebut ditulis sebagaimana yang biasa ditulis dalam bahasa Indonesia. Seperti kata Al-Qur’an, hadis, ruh, dan kata-kata yang lain. Selama kata-kata tersebut tidak menulis kata bahasa Arab dalam huruf Latin.