Sabtu, 23 Februari 2013

Bersyukurlah...




Hidup ini memang seperti roda yang berputar,
Adakalanya roda tersebut berputar kebawah,
Adakalanya rota itu berputar ketas,
Namun tak bisa dipungkiri juga,
Kalau roda tersebut,
Terkadang berjalan di atas kerikil yang sangat tajam,
Namun terkadang dia berjalan diatas jalan yang sangat mulus,
Itulah laksana kehidupan kita……
Namun ingatlah, kalau semua yang terjadi pasti akan ada hikmahnya…..

Maka dari itu,
Jika kita melihat masalah kehidupan dunia, maka lihatlah ke bawah,
Karena setiap kekurangan kita, pasti ada orang lain yang lebih menderita,
Tapi kalo melihat urusan akhirat,
Maka lihatlah keatas,
Setinggi-tinggi apapun yang kita miliki,
Pasti ada orang lain lagi yg lebih sempurna dari kita,

Semoga kita selalu menjadi hamba yang bersyukur……
                                                                                                                                Syamsul Arifin S.Pd.I
                                                                                       
                                                                                                                                        

Rabu, 13 Februari 2013

Istri Shalihah


Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).

Sabtu, 09 Februari 2013

Sejuta tanda tanya

Ingin kutuliskan sesuatu tentang mu....
namun sejenak ku berpikir...
mungkinkah hasrat yang ada dalam hati ini akan terwujud kelak,
mungkinkah Tuhan mengabulkan keinginan yang sudah terbelenggu di hati ini..
Namun, jawaban nya pasti: "Ia" atau "Tidak".....
Ku terus berpikir...,
Jika Jawabannya adalah "Ia", maka seakan-akan lengkaplah kebahagiaan ku,
namun jika jawabannya "Tidak....."
mungkinkah aku akan terus2an meratap,?
ataukah aku harus mempersiapkan mental, jiwa dan raga ku mulai dr sekarang...

mugkin semangat ku tidak sekuat semagat mu....
kau lah yang terus-terusan memberi ku semangat....
Namun apa boleh buat, inilah yang terbesit dlm hati ku.....
Apakah Tuhan tidak marah dengan sikap bodoh ku ini?

Sejuta tanda tanya (????/) selalu menghantui ku...
aku harus tetap tegar apapun yg akan menimpa ku.....

Jumat, 08 Februari 2013

gunakan kesempatan mu

Ah... ternyata tidak semua kebaikan itu dinilai baik oleh semua orang,
hidup dan kebahagiaan ini tak ubah nya bagai embun pagi,,,,
embun pagi yg sirna ktika pagi, 
begitulah laksana hidup,
akan hilang ketika ajal datan........

tetap semangat

Jangan sampai satu kegagalan menghancurkan ribuan bahkan tak terhingga kesuksesan nanti yg akan kalian raih...

Minggu, 03 Februari 2013

renungan hati

terkadang, mulut mengatakan tidak, namun hati berkata iya, disaat itulah raga mulai bergetar, tak tau apa yang harus ia lakukan. mgkinkan ia akan menyakiti 1 dari bagian tubuhnya :)

Jumat, 01 Februari 2013

pedoman transliterasi


Pedoman Transliterasi

Pedoman transliterasi (pengalihan huruf) dari huruf Arab ke huruf Latin yang digunakan adalah pedoman transliterasi IAIN Ar-Raniry, sebagai berikut:

1.      Konsonan Tunggal
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
ا
alif
-
tidak dilambangkan
ب
bā’
b
-
ت
tā’
t
-
ث
Tha
th
-
ج
jim
j
-
ح
Ḥa
Ha (dengan satu titik di bawah)
خ
Kha
kh
-
د
Dal
d
-
ذ
Dhai
dh
-
ر
Ra
r
-
ز
Zai
z
-
س
Sin
s
-
ش
Syin
sy
-
ص
Ṣad
Es (dengan satu titik di bawah)
ض
Ḍad
De (dengan satu titik di bawah)
ط
Ṭa
Ta (dengan satu titik di bawah)
ظ
Ẓa
Zet (dengan satu titik di bawah)
ع
ʿAin
ʿ
koma terbalik (di atas)
غ
Ghain
gh
-
ف
Fa
f
-
ق
Qaf
q
-
ك
Kaf
k
-
ل
Lam
l
-
م
Mim
m
-
ن
Nun
n
-
ه
Ha
h
-
و
Waw
w
-
ء
Hamzah
Apostrof
ي
Ya
y
-


2.      Vokal
Vokal dalam bahasa Arab seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan rangkap atau diftong.
a.       Vokal Tunggal
Vokal Tunggal dalam bahasa Arab lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
...َ...
fatḥah
a
a
...ِ...
kasrah
i
i
...ُ...
ḍammah
u
u

 كتب                  Kataba                        يذهب                  Yadhhabu
 سئل                  Su’ila                           قرظ                    Qaraẓa
b.      Vokal Rangkap (diftong)
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf , transliterasinya sebagaiberikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
.َ..ى
fatḥah dan ya
ay
a dan y
.َ..و
fatḥah dan waw
aw
a dan w



Contoh:
كيف                 Kaifa
هول                 Haula
3.      Māddah
Māddah atau vocal panjang yang berupa harakat atau huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda:
a.       fatḥah + huruf alif, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
رجال                      rijālun
b.      fatḥah + huruf alif layyinah, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
مو سى                    mūsā
c.       kasrah + huruf ya mati, ditulis = ī dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
 مجيب              mujībun
d.      ḍammah + huruf waw mati, ditulis = ū dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
  قلوبهم             qulūbuhun
4.      Tā Marbūṭah
Transliterasi untuk tā marbūṭah ada dua:
a.       Tā marbūṭah hidup
Tā marbūṭah yang hidup atau yang mendapatkan harakat faṭah dan ḍammah, transliterasinya adalah “ṭ.”
b.      Tā marbūṭah mati
Tā marbūṭah yang mati atau mendapatkan harakat sukun, transliterasinya adalah “ḥ.”
Contoh:
طلحة              Ṭalḥah
c.       Kalau pada kata terakhir dengan tā marbūṭah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang “al” serta bacaan kedua kata itu terpisah maka tā marbuṭah itu ditransliterasikan denga “h.”
5.      Tasydīd
Tasydīd yang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydīd tersebut dilambangkan dengan huruf yang diberi tanda tasydīd tersebut.
Contoh:
ربنا                  rabbanā
6.      Penulisan huruf Alif Lam
a.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf syamsiyah maka ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti huruf lam diganti dengan huruf yang mengikutinya, seperti:
الرسول                     Al-rasūl
النسا ء                         Al-nisā’
b.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf qamariyah, maka ditransliterasikan dengan ditulis al-, seperti:
الكريم                          al-karīm
الكبير                          al-kabīr
c.       Jika berada di awal kalimat ditulis dengan huruf kapital, seperti:
العزيز الحكيم              al- ‘Azīz al-ḥakīm
d.      Jika berada di tengah kalimat ditulis dengan huruf kecil, seperti:
يحب المحسنين            yuḥib al-muḥsinīna
7.      Hamzah
Sebagaimana dinyatakan di depan, hamzah ditransliterasikan dengan apostrof. Namun itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Bila terletak di awal kata, hamzah tidak dilambangkan, karena dalam bahasa Arab berupa alif.
Contoh:
شىء                 syai’un
أمرت               umirtu
8. Penulisan Kata atau kalimat
            Pada dasarnya setiap kata, baik fiʻil (kata kerja), isim atau huruf ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain, karena ada huruf Arab atau harakat yang dihilangkan. Dalam transliterasi ini penulisan kata tersebut dengan kata perkata.
Contoh:
وإن الله لهو خيرا لرازقين               Wa innallāha lahuwa khairu al-rāziqīn


9. Huruf Kapital
            Meskipun dalam system tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaan huruf kapital seperti yang berlaku dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), seperti huruf kapital yang digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bila nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap harus awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.
Contoh:
وما محمد الارسول                    wamā Muḥammadun illā Rasūl
10. Kata-kata yang berasal dari bahasa Arab yang sudah menjadi bahasa Indonesia maka kata tersebut ditulis sebagaimana yang biasa ditulis dalam bahasa Indonesia. Seperti kata Al-Qur’an, hadis, ruh, dan kata-kata yang lain. Selama kata-kata tersebut tidak menulis kata bahasa Arab dalam huruf Latin.