Jumat, 01 Februari 2013

pedoman transliterasi


Pedoman Transliterasi

Pedoman transliterasi (pengalihan huruf) dari huruf Arab ke huruf Latin yang digunakan adalah pedoman transliterasi IAIN Ar-Raniry, sebagai berikut:

1.      Konsonan Tunggal
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
ا
alif
-
tidak dilambangkan
ب
bā’
b
-
ت
tā’
t
-
ث
Tha
th
-
ج
jim
j
-
ح
Ḥa
Ha (dengan satu titik di bawah)
خ
Kha
kh
-
د
Dal
d
-
ذ
Dhai
dh
-
ر
Ra
r
-
ز
Zai
z
-
س
Sin
s
-
ش
Syin
sy
-
ص
Ṣad
Es (dengan satu titik di bawah)
ض
Ḍad
De (dengan satu titik di bawah)
ط
Ṭa
Ta (dengan satu titik di bawah)
ظ
Ẓa
Zet (dengan satu titik di bawah)
ع
ʿAin
ʿ
koma terbalik (di atas)
غ
Ghain
gh
-
ف
Fa
f
-
ق
Qaf
q
-
ك
Kaf
k
-
ل
Lam
l
-
م
Mim
m
-
ن
Nun
n
-
ه
Ha
h
-
و
Waw
w
-
ء
Hamzah
Apostrof
ي
Ya
y
-


2.      Vokal
Vokal dalam bahasa Arab seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan rangkap atau diftong.
a.       Vokal Tunggal
Vokal Tunggal dalam bahasa Arab lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
...َ...
fatḥah
a
a
...ِ...
kasrah
i
i
...ُ...
ḍammah
u
u

 كتب                  Kataba                        يذهب                  Yadhhabu
 سئل                  Su’ila                           قرظ                    Qaraẓa
b.      Vokal Rangkap (diftong)
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf , transliterasinya sebagaiberikut:
Tanda
Nama
Huruf Latin
Nama
.َ..ى
fatḥah dan ya
ay
a dan y
.َ..و
fatḥah dan waw
aw
a dan w



Contoh:
كيف                 Kaifa
هول                 Haula
3.      Māddah
Māddah atau vocal panjang yang berupa harakat atau huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda:
a.       fatḥah + huruf alif, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
رجال                      rijālun
b.      fatḥah + huruf alif layyinah, ditulis = ā dengan baris di atas, seperti:
مو سى                    mūsā
c.       kasrah + huruf ya mati, ditulis = ī dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
 مجيب              mujībun
d.      ḍammah + huruf waw mati, ditulis = ū dengan baris di atas, seperti:
Contoh:
  قلوبهم             qulūbuhun
4.      Tā Marbūṭah
Transliterasi untuk tā marbūṭah ada dua:
a.       Tā marbūṭah hidup
Tā marbūṭah yang hidup atau yang mendapatkan harakat faṭah dan ḍammah, transliterasinya adalah “ṭ.”
b.      Tā marbūṭah mati
Tā marbūṭah yang mati atau mendapatkan harakat sukun, transliterasinya adalah “ḥ.”
Contoh:
طلحة              Ṭalḥah
c.       Kalau pada kata terakhir dengan tā marbūṭah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang “al” serta bacaan kedua kata itu terpisah maka tā marbuṭah itu ditransliterasikan denga “h.”
5.      Tasydīd
Tasydīd yang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydīd tersebut dilambangkan dengan huruf yang diberi tanda tasydīd tersebut.
Contoh:
ربنا                  rabbanā
6.      Penulisan huruf Alif Lam
a.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf syamsiyah maka ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti huruf lam diganti dengan huruf yang mengikutinya, seperti:
الرسول                     Al-rasūl
النسا ء                         Al-nisā’
b.       Jika huruf alif lam bertemu dengan huruf qamariyah, maka ditransliterasikan dengan ditulis al-, seperti:
الكريم                          al-karīm
الكبير                          al-kabīr
c.       Jika berada di awal kalimat ditulis dengan huruf kapital, seperti:
العزيز الحكيم              al- ‘Azīz al-ḥakīm
d.      Jika berada di tengah kalimat ditulis dengan huruf kecil, seperti:
يحب المحسنين            yuḥib al-muḥsinīna
7.      Hamzah
Sebagaimana dinyatakan di depan, hamzah ditransliterasikan dengan apostrof. Namun itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Bila terletak di awal kata, hamzah tidak dilambangkan, karena dalam bahasa Arab berupa alif.
Contoh:
شىء                 syai’un
أمرت               umirtu
8. Penulisan Kata atau kalimat
            Pada dasarnya setiap kata, baik fiʻil (kata kerja), isim atau huruf ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain, karena ada huruf Arab atau harakat yang dihilangkan. Dalam transliterasi ini penulisan kata tersebut dengan kata perkata.
Contoh:
وإن الله لهو خيرا لرازقين               Wa innallāha lahuwa khairu al-rāziqīn


9. Huruf Kapital
            Meskipun dalam system tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaan huruf kapital seperti yang berlaku dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), seperti huruf kapital yang digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bila nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap harus awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.
Contoh:
وما محمد الارسول                    wamā Muḥammadun illā Rasūl
10. Kata-kata yang berasal dari bahasa Arab yang sudah menjadi bahasa Indonesia maka kata tersebut ditulis sebagaimana yang biasa ditulis dalam bahasa Indonesia. Seperti kata Al-Qur’an, hadis, ruh, dan kata-kata yang lain. Selama kata-kata tersebut tidak menulis kata bahasa Arab dalam huruf Latin.

Tidak ada komentar: